Senin, 11 Maret 2019

SISTEM PAKAR

SISTEM PAKAR
RANGKUMAN JURNAL TENTANG SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA HAMA PENYAKIT TANAMAN AGLAONEMA
A.    Masalah yang di Hadapi
Daya tarik Aglaonema terletak pada keelokan corak daun yang berkolaborasi dengan kilauan warnanya. Walau terkesan menggiurkan, bukan berarti bisnis Aglaonema tanpa batu sandungan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah serangan hama pe-nyakit. Hama penyakit itu menyerang tanpa pandang bulu, Aglaonema standar maupun yang eksklusif seharga puluhan juta rupiah pun diserangnya. Banyak fenomena yang terjadi pada petani maupun pebisnis Aglaonema yang kurang memahami hama penyakit tanaman ini. Terlebih bagi para “pemain baru” yang kecenderungan dari mereka hanya “latah” berbisnis tanaman ini. Permasalahan yang kemudian muncul adalah kualitas tanaman yang menjadi rendah, bahkan kematian. Hal itu tentu saja menyebabkan kerugian yang tidak sedikit nominalnya.
B.     LANDASAN TEORI
a.      Sistem Pakar
Sistem Pakar merupakan suatu program komputer yang dirancang untuk mengambil keputusan yang diambil oleh seorang atau beberapa orang pakar. Komponen utama dalam Sistem Pakar meliputi:
1.      Basis Pengetahuan (Knowledge Base).
2.      Mesin Inferensi (Inference Engine).
3.      Basis Data (DataBase).
4.      Antarmuka Pemakai (User Interface).
Sistem Pakar memeliki beberapa karakteristik yaitu:
1.      Memiliki high performance.
2.      Memiliki waktu respon yang lebih singkat dari tenaga ahli.
3.      Keputusan yang diambil dapat dipercaya.
4.      Keputusan yang diambil dapat dipertanggung jawabkan.
b.      Metode Backword dan Forward Chaining
Metode Backword merupakan kebalikan dari metode Forwrad Chaining dan sering disebut penalaran mundur. Menurut Schnupp dalam Kusrini (2008:11) metode backward chaining merupakan metode yang cocok digunakan dalam memecahkan masalah diagnosis. Menurut Irawan (2007:35) metode Forward Chaining adalah suatu metode dari Inference engine untuk memulai penalaran atau pelacakan suatu data dari fakta-fakta yang ada menuju suatu kesimpulan.
c.       Tanaman Algonema
Tanaman hias aglaonema di Indonesia tidak terlepas dari satu nama pecinta tanaman hias bernama Gregorius Granadi Hambali atau yang lebih dikenal sebagai Greg Hambali. Beliau adalah seorang tokoh yang sangat disegani di kalangan kolektor tanaman hias ka-rena karyanya yang sangat luar biasa.
Pada umumnya, aglaonema dapat dibedakan menjadi lima jenis berbeda jika kita merujuk pada warna dasar daunnya. Lima jenis warna tersebu adalah hujau, kuning, merah, putih, dan corak. Berikut beberapa jenis aglaonema yang cukup populer saat ini.

a.      Aglaonema  Brevispathum
b.      Aglaonema Commutatum
c.      Aglaonema Costatum
d.     Aglaonema Virescens
e.      Aglaonema Cuscuria
d.      Hama Tanaman Aglaonema
a.      Hama
Hama adalah hewan penggangu tanaman yang secara fisik masih dapat dilihat secara kasat mata tanpa bantuan alat .
b.      Kutu Putih / Kutu Kebul
Kutu ini lebih banyak menyerang aglaonema di daratan rendah dibanding dengan di dataran tinggi . Kutu putih Whitefly ini dapat ditemukan di batang dan daun bagian bawah.
c.       Ulat
Hama ulat ada yang menyerang daun , yaitu Spodoptera sp . , ditandai dengan daun muda atau setengah tua yang rombeng dari pinggir
d.      Belalang
Gejala penyerangan hama belalang ini sama dengan ulat , yaitu daun menjadi rombeng.
e.       Kutu Perisai
Hama ini menyerang bagian daun . Kutu ini biasanya terdapat koloni dengan mem-bentuk barisan di bagian tulang daun .
f.        Root Mealy Bugs
Hama ini menyerang bagian akar tanaman , bentuknya seperti kutu putih . Tanaman menjadi kurus , kerdil , daunnya mengecil dan layu

g.      Kutu Sisik
Menyerang bagian daun , pelepah , batang dan bunga . Bentuknya seperti lintah dengan ukuran yang jauh lebih kecil .

C.    Metode Penelitian
a.      Metode Interview
Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan data dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung pada narasumber yaitu seorang pakar tanaman hias.
b.      Metode Observasi
Observasi merupakan pengumpulan data melalui pengamatan terhadap gejala atau peristiwa yang diselidiki pada objek penelitian. Dalam penelitian ini, diamati secara langsung tanaman Aglaonema, serta gejala yang timbul akibat serangan hama penya-kit. Pengamatan ini dilakukan langsung pada tempat dimana pakar melakukan aktifitas kepakarannya.
c.       Metode Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data dengan menggunakan referensi buku-buku yang berkaitan dengan bidang kajian dari penelitian ini. Buku-buku yang menjadi referensi yaitu buku tentang sistem pakar, tanaman Aglaonema, serta buku tentang pemrograman visual basic 6.0.
D.    Hasil
AI merupakan sistem dengan basis pengetahuan yang dinamis, dimana pengetahuan itu dapat beubah seiring dengan berjalannya waktu(teori certainty factor) sehingga harus dapat dilakukan pembaharuan seperti penambahan, penghapusan maupun perubahan terhadap data yang sudah disimpan sebelumnya tanpa harus mengubah isi dari program secara keseluruhan. Perubahan hanya dilakukan pada bagian basis pengetahuan saja sehingga aplikasi AI ini dapat dikembangankan lebih lanjut.Tahapan analisis terhadap suatu sistem dilakukan sebelum tahapan perancangan, hal ini agar perangkat lunak yang dirancang sesuai dengan masalah yang akan diselesaikan.

Proses yang terjadi pada sistem secara sederhana dapat dijelaskan, dimana pada proses diagnosa user akan dihadapkan pada pertanyaan dan setiap pertanyaan terdapat pilihan-pilihan gejala yang ditampilkan oleh sistem, setelah user memilih salah satu dari pilihan gejala yang disediakan, maka sistem akan membaca pilihan yang dimasukkan oleh user yang disesuaikan dengan aturan pada basis pengetahuan.Pada setiap aturan berisi solusi bernilai 0 (solusi=0) dan solusi berisi kode penyakit 001, 002, dan seterusnya (solusi=Kdpenyakit,misal solusi= 004). Solusi 0, sistem akan terus membaca aturan dan menampilkan pertanyaan beserta pilihan gejala selanjutnya sesuai aturan ( sistem akan terus melakukan proses diagnosa) . Solusi KDPenyakit, sistem akan berhenti menampilkan pertanyaan beserta pilihan gejala dan menampilkan hasil diagnosa berupa nama penyakit dan gejala sesuai pilihan user.Berdasarkan solusi pada aturan tersebut, maka sistem dapatmemutuskan apakah sistem berhenti melakukan proses diagnosa atau lanjut melakukan proses diagnosa proses tersebut.
E.     KESIMPULAN
Sistem Pakar ini diharpkan mampu untuk menggantikan peran dan fungsi dari pakar maupun literature dalam masalah hama penyakit pada tanamana aglaonema. Sistem ini juga diharapkan mampu memberikan alternative bagi para pemerhati masalah hama penyakit aglaonema untuk tidak tergantung sepenuhnya terhadap referensi maupun buku-buku tentang masalah hama penyakit tanaman aglaonema. Metode penelusuran yang dipakai dalam pembuatan sistem pakar ini adalah forward chaining. Pembuatan sistem pakar ini juga tidak hanya berpijak pada software yang menggunakan Bahasa deklarati sistem pakar, akan tetapi dengan hasil yang telah didapatkan, maka Visuak Basic 6.0 dapat dijadikan sebuah sokusi pilihan dalam pengembangan sistem ini.
Sumber :

Jurnal Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Hama Penyakit Tanaman Aglaonema oleh Ratih Agustina Imaniar   Teknik Informatika STMIK Hang Tuah Pekanbaru Jl. Mustafa Sari No.5 Pekanbaru Riau Email : ummuziad@ymail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar