SISTEM
PAKAR
RANGKUMAN
JURNAL TENTANG SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA HAMA PENYAKIT TANAMAN AGLAONEMA
A.
Masalah
yang di Hadapi
Daya tarik Aglaonema
terletak pada keelokan corak daun yang berkolaborasi dengan kilauan warnanya.
Walau terkesan menggiurkan, bukan berarti bisnis Aglaonema tanpa batu sandungan. Salah satu masalah yang sering
terjadi adalah serangan hama pe-nyakit. Hama penyakit itu menyerang tanpa
pandang bulu, Aglaonema standar
maupun yang eksklusif seharga puluhan juta rupiah pun diserangnya. Banyak
fenomena yang terjadi pada petani maupun pebisnis Aglaonema yang kurang memahami hama penyakit tanaman ini. Terlebih bagi para “pemain baru” yang kecenderungan
dari mereka hanya “latah” berbisnis
tanaman ini. Permasalahan yang kemudian muncul adalah kualitas tanaman yang
menjadi rendah, bahkan kematian. Hal itu tentu saja menyebabkan kerugian yang
tidak sedikit nominalnya.
B.
LANDASAN TEORI
a.
Sistem Pakar
Sistem Pakar merupakan suatu
program komputer yang dirancang untuk mengambil keputusan yang diambil oleh
seorang atau beberapa orang pakar. Komponen utama dalam Sistem Pakar meliputi:
1. Basis Pengetahuan (Knowledge Base).
2. Mesin Inferensi (Inference Engine).
3. Basis Data (DataBase).
4. Antarmuka Pemakai (User Interface).
Sistem Pakar memeliki
beberapa karakteristik yaitu:
1. Memiliki high
performance.
2. Memiliki waktu respon yang lebih singkat dari
tenaga ahli.
3. Keputusan yang diambil dapat dipercaya.
4. Keputusan yang diambil dapat dipertanggung
jawabkan.
b.
Metode
Backword dan Forward
Chaining
Metode Backword merupakan kebalikan dari metode Forwrad Chaining dan sering disebut penalaran mundur. Menurut
Schnupp dalam Kusrini (2008:11) metode backward
chaining merupakan metode yang cocok digunakan dalam memecahkan masalah
diagnosis. Menurut Irawan (2007:35) metode Forward
Chaining adalah suatu metode dari Inference
engine untuk memulai penalaran atau pelacakan suatu data dari fakta-fakta
yang ada menuju suatu kesimpulan.
c.
Tanaman Algonema
Tanaman
hias aglaonema di Indonesia tidak terlepas dari satu nama pecinta tanaman hias
bernama Gregorius Granadi Hambali atau yang lebih dikenal sebagai Greg Hambali.
Beliau adalah seorang tokoh yang sangat disegani di kalangan kolektor tanaman
hias ka-rena karyanya yang sangat luar biasa.
Pada umumnya, aglaonema dapat dibedakan menjadi
lima jenis berbeda jika kita merujuk pada warna dasar daunnya. Lima jenis warna
tersebu adalah hujau, kuning, merah, putih, dan corak. Berikut beberapa jenis
aglaonema yang cukup populer saat ini.
a.
Aglaonema
Brevispathum
b.
Aglaonema Commutatum
c.
Aglaonema Costatum
d.
Aglaonema Virescens
e.
Aglaonema Cuscuria
d.
Hama
Tanaman Aglaonema
a.
Hama
Hama adalah hewan penggangu tanaman yang secara fisik masih dapat
dilihat secara kasat mata tanpa bantuan alat .
b.
Kutu
Putih / Kutu Kebul
Kutu ini lebih banyak menyerang aglaonema di daratan rendah
dibanding dengan di dataran tinggi . Kutu putih Whitefly ini dapat ditemukan di
batang dan daun bagian bawah.
c.
Ulat
Hama ulat ada yang menyerang daun , yaitu Spodoptera sp . ,
ditandai dengan daun muda atau setengah tua yang rombeng dari pinggir
d.
Belalang
Gejala penyerangan hama belalang ini sama dengan ulat , yaitu daun
menjadi rombeng.
e.
Kutu
Perisai
Hama ini menyerang bagian daun . Kutu ini biasanya terdapat koloni
dengan mem-bentuk barisan di bagian tulang daun .
f.
Root
Mealy Bugs
Hama ini menyerang bagian akar tanaman , bentuknya seperti kutu
putih . Tanaman menjadi kurus , kerdil , daunnya mengecil dan layu
g.
Kutu
Sisik
Menyerang bagian daun , pelepah , batang dan bunga . Bentuknya
seperti lintah dengan ukuran yang jauh lebih kecil .
C.
Metode
Penelitian
a.
Metode
Interview
Metode
ini dilakukan dengan mengumpulkan data dengan cara melakukan tanya jawab secara
langsung pada narasumber yaitu seorang pakar tanaman hias.
b.
Metode
Observasi
Observasi merupakan pengumpulan data melalui
pengamatan terhadap gejala atau peristiwa yang diselidiki pada objek
penelitian. Dalam penelitian ini, diamati secara langsung tanaman Aglaonema, serta gejala yang timbul
akibat serangan hama penya-kit. Pengamatan ini dilakukan langsung pada tempat
dimana pakar melakukan aktifitas kepakarannya.
c.
Metode
Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data
dengan menggunakan referensi buku-buku yang berkaitan dengan bidang kajian dari
penelitian ini. Buku-buku yang menjadi referensi yaitu buku tentang sistem
pakar, tanaman Aglaonema, serta buku
tentang pemrograman visual basic 6.0.
D.
Hasil
AI merupakan sistem dengan basis
pengetahuan yang dinamis, dimana pengetahuan itu dapat beubah seiring dengan
berjalannya waktu(teori certainty factor)
sehingga harus dapat dilakukan pembaharuan seperti penambahan, penghapusan
maupun perubahan terhadap data yang sudah disimpan sebelumnya tanpa harus
mengubah isi dari program secara keseluruhan. Perubahan hanya dilakukan pada
bagian basis pengetahuan saja sehingga aplikasi AI ini dapat dikembangankan lebih
lanjut.Tahapan analisis terhadap suatu sistem dilakukan sebelum tahapan
perancangan, hal ini agar perangkat lunak yang dirancang sesuai dengan masalah
yang akan diselesaikan.
Proses yang terjadi pada sistem
secara sederhana dapat dijelaskan, dimana pada proses diagnosa user akan dihadapkan pada pertanyaan dan
setiap pertanyaan terdapat pilihan-pilihan gejala yang ditampilkan oleh sistem,
setelah user memilih salah satu dari
pilihan gejala yang disediakan, maka sistem akan membaca pilihan yang
dimasukkan oleh user yang disesuaikan
dengan aturan pada basis pengetahuan.Pada setiap aturan berisi solusi bernilai
0 (solusi=0) dan solusi berisi kode penyakit 001, 002, dan seterusnya
(solusi=Kdpenyakit,misal solusi= 004). Solusi 0, sistem akan terus membaca aturan
dan menampilkan pertanyaan beserta pilihan gejala selanjutnya sesuai aturan (
sistem akan terus melakukan proses diagnosa) . Solusi KDPenyakit, sistem akan
berhenti menampilkan pertanyaan beserta pilihan gejala dan menampilkan hasil
diagnosa berupa nama penyakit dan gejala sesuai pilihan user.Berdasarkan solusi pada aturan tersebut, maka sistem
dapatmemutuskan apakah sistem berhenti melakukan proses diagnosa atau lanjut
melakukan proses diagnosa proses tersebut.
E.
KESIMPULAN
Sistem Pakar ini
diharpkan mampu untuk menggantikan peran dan fungsi dari pakar maupun literature
dalam masalah hama penyakit pada tanamana aglaonema. Sistem ini juga diharapkan
mampu memberikan alternative bagi para pemerhati masalah hama penyakit aglaonema
untuk tidak tergantung sepenuhnya terhadap referensi maupun buku-buku tentang
masalah hama penyakit tanaman aglaonema. Metode penelusuran yang dipakai dalam
pembuatan sistem pakar ini adalah forward
chaining. Pembuatan sistem pakar ini juga tidak hanya berpijak pada software yang menggunakan Bahasa deklarati
sistem pakar, akan tetapi dengan hasil yang telah didapatkan, maka Visuak Basic
6.0 dapat dijadikan sebuah sokusi pilihan dalam pengembangan sistem ini.
Sumber
:
Jurnal Sistem Pakar untuk Mendiagnosa
Hama Penyakit Tanaman Aglaonema oleh Ratih Agustina Imaniar Teknik
Informatika STMIK Hang Tuah Pekanbaru Jl. Mustafa Sari No.5 Pekanbaru Riau Email :
ummuziad@ymail.com