Bismiillahirrahmaanirrahim
Assalamaualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Halo teman – teman ,
bagaimana kabarnya ? semoga selalu dalam keadaan yang sangat luar biasa. Pada
kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi tentang ilmu ilmu yang telah saya
baca dari beberapa refensi yang saya dapatkan mengenai Analisis Perancangan
Berorientasi Objek dan Unified Modelling
Language (UML). Mari kita simak bersama .
A.
Analisis Perancangan Berorientasi Objek
Pemrograman
berorientasi objek pertama-tama dibicarakan pada akhir tahun 1960 menggunakan
bahasa SIMULA. Pada tahun 1970, bahasa pemrograman Smaltalk dikembangkan oleh
Xerox PARC. Pada saat itu sebagian lain dari dunia menggunakan COBOL dan
FORTRAN dengan metode dekomposisi fungsional. Perubahan terjadi selama beberapa
dekade sampai dikenalnya faktor utama. Di bawah ini beberapa faktor utama nya :
1. Konsep
Dasar Berorientasi Objek.
2. Teknologi
Dasar Pembangunan Sistem.
3. Kondisi
Sistem.
4. Penggunaan
Model.
5. Sistem
Berorientasi Objek.
6. Analisis
Berorientasi Objek
7. Perancangan
Berorientasi Objek
Pada
pembahasan kali ini kita hanya akan membahas mengenai Analisis Berorientasi
Objek.
Analisis
Berorientasi Objek
•
Investigasi masalah untuk menemukan (mengidentifikasikan) dan mendefinisikan
objek-objek atau konsep-konsep yang ada di ruang masalah.
•
Proses untuk menentukan objek-objek
potensial yang ada dalam sistem dan mendeskripsikan karakterisitik dan
hubungannya dalam sebuah notasi formal.
•
Aplikasi konsep berorientasi objek untuk memodelkan permasalahan dan sistem,
baik untuk lingkup perangkat lunak maupun non-perangkat lunak.
Tujuan
Analisis
•
Memahami permasalahan secara menyeluruh.
•
Mengungkapkan apa yang harus dikerjakan oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan
pemakai.
•
Mengetahui ruang lingkup produk (product space ) dan pemakai yang akan
menggunakan produk tersebut.
Tahap
Analisis
•
Mempelajari permasalahan
•
Menentukan kebutuhan pemakai
•
Mengubah kebutuhan yang belum terstruktur menjadi model-model atau
gambar-gambar dengan memanfaatkan metode dan teknik analisis tertentu.
•
Mendokumentasikan hasil analisis, misalnya
Software Requirement Specification (SRS).
B.
Metode Analisis Berorientasi Objek:
Pengertian
•
Cara kerja yang sistematis untuk mengerjakan tahap analisis berdasarkan
pendekatan objek.
•
Ada kumpulan aturan-aturan tertentu yang harus diikuti untuk menyelesaikan
pekerjaan analisis tersebut.
•
Mempunyai urut-urutan aktivitas, teknik, dan alat bantu ( tools ) tertentu
untuk memodelkan (mendokumentasikan) hasil dari se tiap aktivitas.
•
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan analisis berorientasi
objek, dan dianta ranya adalah sebagai berikut.
Metode
Coad & Yourdan
•
Diperkenalkan oleh Peter Coad dan Edward
Yourdan pada tahun 1990.
•
Disebut juga dengan nama Object Oriented
Analysis (OOA), dan dipandang sebagai
salah satu te knik yang mudah untuk dipelajari.
•
Notasi model relatif sederhana karena didasarkan pada struktur fisik dunia
nyata, dan petunjuk untuk mela kukan analisis cukup jelas.
•
Tahap atau skema pelaksanaan:
– Identifikasi kelas dan objek
– Identifikasi struktur
•
Struktur “generalization-specification”
•
Struktur “whole-part” atau “a-part-of”
•
Identifikasi subjek
•
Definisikan atribut
– Atribut implisi objek
– Koneksi instan (instance connection )
•
Definisikan layanan
– Layanan implisit objek
– Layanan yang berasosiasi dengan atribut
– Layanan yang berasosiasi dengan
“message-connection”
Metode
Rumbaugh
•
Diperkenalkan oleh James Rumbaugh, Michael Blaha, William Premerlan, Frederick
Eddy dan William Lorensen pada tahun 1991.
•
Lebih dikenal dengan Object Modeling
Technique (OMT) yang dapat digunakan
baik untuk analisis maupun desain.
•
Selain model-model fisik dari obje k, pendekatan analisis dilkukan juga untuk
model-model dinamik dan model fungsional.
Metode
Jacobson
•
Diperkenalkan oleh Ivar Jacobson dengan nama Object Oriented Software
Engineering (OOSE) pada tahun 1992.
•
Merupakan versi yang juga sederhana dari metode berorientasi objek.
•
Sudut pandang atau fokus analisis ditekankan pada “use case ”, yaitu deskripsi
atau skenario yang menggambarkan
bagaimana pemakai berinteraksi dengan produk atau sistem yang akan
dikembangkan.
Metode
Booch
•
Diperkenalkan oleh Grady Booch pada tahun 1994.
•
Meliputi proses pengembangan makro dan mikro, dengan anggapan bahwa analisis
dan desain merupakan rangkaian kesatuan aktivitas yang tidak dipisahkan.
B. Unified Modelling Language
1. Pengertian
Unified Modelling Language
Unified Modeling Language
adalah bahasa standar yang digunakan untuk menjelaskan dan memvisualisaikan
artifak dari proses analisis dan disain berorientasi objek. UML menyediakan
standar pada notasi dan diagram yang bisa digunakan untuk memodelkan suatu
system. UML dikembangkan oleh 3 pendekar “berorientasi objek”, yaitu Grady
Booch, Jim Rumbaugh, dan Ivar Jacobson. UML menjadi bahasa yang bisa digunakan
untuk berkomunikasi dalam perspektif objek antara user dengan developer, antara
developer dengan developer, antara developer analis dengan developer disain,
dan antara developer disain dengan developer pemrograman.
UML
memungkinkan developer melakukan permodelan secara visual, yaitu penekanan pada
penggambaran, bukan didominasi oleh narasi. Permodelan visual membantu untuk
menangkap struktur dan kelaukan dari objek, mempermudah penggambaran interaksi
antara elemen dalam system, dan mempertahankan konsistensi antara disain dan
implementasi dalam pemrograman.
Namun
karena UML hanya merupakan bahasa untuk pemodelan maka UML bukanlah rujukan
bagaimana melakukan analisis dan disain berorientasi objek secara baik, sudah
terdapat beberapa metodologi yang bisa diikuti, seperti Metode Booch, Metode
Coad dan Yourdan, Metode Jacobson, Metode Rumbaugh, Metode Wirfs-Brock, atau
mengikuti metode pengembangan system Unified Process. (Hermawan, 2005).
2. Jenis-Jenis diagram UML
a.
Use case diagram
Use
case diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menggambarkan
interaksi antara sistem dan aktor, use case diagram juga dapat men-deskripsikan
tipe interaksi antara si pemakai sistem dengan sistemnya.
b.
Activity Diagram
Activity
diagram atau diagram aktivitas yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang
dapat memodelkan proses-proses apa saja yang terjadi pada sistem.
c.
Sequence diagram
Sequence
diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menjelaskan interaksi
objek yang berdasarkan urutan waktu, sequence diagram juga dapat menggambarkan
urutan atau tahapan yang harus dilakukan untuk dapat menghasilkan sesuatu
seperti pada use case diagram.
d.
Class diagram
Class
diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang digunakan untuk
menampilkan kelas-kelas maupun paket-paket yang ada pada suatu sistem yang
nantinya akan digunakan. Jadi diagram ini dapat memberikan sebuah gambaran
mengenai sistem maupun relasi-relasi yang terdapat pada sistem tersebut.
e.
Statemachine diagram
Statemachine
diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menggambarkan transisi
maupun perubahan keadaan suatu objek pada sistem.
f.
Communication diagram
Communication
diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang dapat menggamabarkan
tahapan terjadinya suatu aktivitas dan diagram ini juga menggambarkan interaksi
antara objek yang ada pada sistem. Hampir sama seperti sequence diagram akan
tetapi communication diagram lebih menekankan kepada peranan masing-masing
objek pada sistem.
g.
Deployment diagram
Deployment
diagram yaitu salah satu diagram pada UML yang menunjukan tata letak suatu
sistem secara fisik, dapat juga dikatakan untuk menampilkan bagian-bagian
softwere yang terdapat pada hardwere dan digunakan untuk menerapkan suatu
sistem dan hubungan antara komponen hardwere. Jadi Deployment diagram intinya
untuk menunjukan letak softwere pada hardwere yang digunakan sistem.
h.
Component diagram
Component
diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menggambarkan softwere
pada suatu sistem. Component diagram merupakan penerapan softwere dari satu
ataupun lebih class, dan biasanya berupa file data atau .exe, source kode,
table, dokumen dsb.
i.
Object diagram
Object
diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menggambarkan objek-objek
pada suatu sistem dan hubungan antarnya.
j.
Composite structure diagram
Composite
structure diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menggambarkan
struktur internal dari penklasifikasian (class, component atau use case) dan
termasuk titik-titik interaksi penklasifikasian kebagian lainnya dari suatu
sistem. Ini hampir mirip seperti class diagram akan tetapi composite structure
diagram menggambarkan bagian-bagian dari individu kelas saja bukan semua kelas.
k.
Interaction Overview Diagram
Interaction
Overview diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang berguna untuk
men-visualisasikan kerjasama dan hubungan antara activity diagram dengan
sequence diagram.
l.
Package diagram
Package
diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML digunakan untuk mengelompokan
kelas dan juga menunjukan bagaimana elemen model akan disusun serta
mengambarkan ketergantungan antara paket-paket.
m.
Diagram Timing
Diagram
timing yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang disebut sebagai bentuk lain
dari interaksi diagram, dimana fokus yang paling utamanya kepada waktu. Diagram
timing berguna untuk menunjukan faktor-faktor yang membatasi waktu antara
perubahan state terhadap objek yang berbeda.
Semoga Artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar