Kamis, 27 Desember 2018

Bismiillahirrahmaanirrahim
Assalamaualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Halo teman – teman , bagaimana kabarnya ? semoga selalu dalam keadaan yang sangat luar biasa. Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi tentang ilmu ilmu yang telah saya baca dari beberapa refensi yang saya dapatkan mengenai Analisis Perancangan Berorientasi Objek dan Unified Modelling Language (UML). Mari kita simak bersama .
A.    Analisis Perancangan Berorientasi Objek
Pemrograman berorientasi objek pertama-tama dibicarakan pada akhir tahun 1960 menggunakan bahasa SIMULA. Pada tahun 1970, bahasa pemrograman Smaltalk dikembangkan oleh Xerox PARC. Pada saat itu sebagian lain dari dunia menggunakan COBOL dan FORTRAN dengan metode dekomposisi fungsional. Perubahan terjadi selama beberapa dekade sampai dikenalnya faktor utama. Di bawah ini beberapa faktor utama nya :
1.      Konsep Dasar Berorientasi Objek.
2.      Teknologi Dasar Pembangunan Sistem.
3.      Kondisi Sistem.
4.      Penggunaan Model.
5.      Sistem Berorientasi Objek.
6.      Analisis Berorientasi Objek
7.      Perancangan Berorientasi Objek
Pada pembahasan kali ini kita hanya akan membahas mengenai Analisis Berorientasi Objek.
Analisis Berorientasi Objek
• Investigasi masalah untuk menemukan (mengidentifikasikan) dan mendefinisikan objek-objek atau konsep-konsep yang ada di ruang masalah.
• Proses untuk menentukan objek-objek  potensial yang ada dalam sistem dan mendeskripsikan karakterisitik dan hubungannya dalam sebuah notasi formal.
• Aplikasi konsep berorientasi objek untuk memodelkan permasalahan dan sistem, baik untuk lingkup perangkat lunak maupun non-perangkat lunak.

Tujuan Analisis
• Memahami permasalahan secara menyeluruh.
• Mengungkapkan apa yang harus dikerjakan oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan pemakai.
• Mengetahui ruang lingkup produk (product space ) dan pemakai yang akan menggunakan produk tersebut.

Tahap Analisis
• Mempelajari permasalahan
• Menentukan kebutuhan pemakai
• Mengubah kebutuhan yang belum terstruktur menjadi model-model atau gambar-gambar dengan memanfaatkan metode dan teknik analisis tertentu.
• Mendokumentasikan hasil analisis, misalnya  Software Requirement Specification (SRS).
B. Metode Analisis Berorientasi Objek:
Pengertian
• Cara kerja yang sistematis untuk mengerjakan tahap analisis berdasarkan pendekatan objek.
• Ada kumpulan aturan-aturan tertentu yang harus diikuti untuk menyelesaikan pekerjaan analisis tersebut.
• Mempunyai urut-urutan aktivitas, teknik, dan alat bantu ( tools ) tertentu untuk memodelkan (mendokumentasikan) hasil dari se tiap aktivitas.
• Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan analisis berorientasi objek, dan dianta ranya adalah sebagai berikut.
Metode Coad & Yourdan
• Diperkenalkan oleh Peter Coad  dan Edward Yourdan pada tahun 1990.
• Disebut juga dengan nama  Object Oriented Analysis  (OOA), dan dipandang sebagai salah satu te knik yang mudah untuk dipelajari.
• Notasi model relatif sederhana karena didasarkan pada struktur fisik dunia nyata, dan petunjuk untuk mela kukan analisis cukup jelas.
• Tahap atau skema pelaksanaan:
  – Identifikasi kelas dan objek
  – Identifikasi struktur
• Struktur “generalization-specification”
• Struktur “whole-part” atau  “a-part-of”
• Identifikasi subjek 
• Definisikan atribut
  – Atribut implisi objek
  – Koneksi instan (instance connection )
• Definisikan layanan
  – Layanan implisit objek
  – Layanan yang berasosiasi dengan atribut
  – Layanan yang berasosiasi dengan “message-connection”
Metode Rumbaugh
• Diperkenalkan oleh James Rumbaugh, Michael Blaha, William Premerlan, Frederick Eddy dan William Lorensen pada tahun 1991.
• Lebih dikenal dengan  Object Modeling Technique  (OMT) yang dapat digunakan baik untuk analisis maupun desain.
• Selain model-model fisik dari obje k, pendekatan analisis dilkukan juga untuk model-model dinamik dan model fungsional.
Metode Jacobson
• Diperkenalkan oleh Ivar Jacobson dengan nama Object Oriented Software Engineering (OOSE) pada tahun 1992.
• Merupakan versi yang juga sederhana dari metode berorientasi objek.
• Sudut pandang atau fokus analisis ditekankan pada “use case ”, yaitu deskripsi atau skenario yang  menggambarkan bagaimana pemakai berinteraksi dengan produk atau sistem yang akan dikembangkan.
Metode Booch
• Diperkenalkan oleh Grady Booch pada tahun 1994.
• Meliputi proses pengembangan makro dan mikro, dengan anggapan bahwa analisis dan desain merupakan rangkaian kesatuan aktivitas yang tidak dipisahkan.
B.     Unified Modelling Language
1.      Pengertian Unified Modelling Language
Unified Modeling Language adalah bahasa standar yang digunakan untuk menjelaskan dan memvisualisaikan artifak dari proses analisis dan disain berorientasi objek. UML menyediakan standar pada notasi dan diagram yang bisa digunakan untuk memodelkan suatu system. UML dikembangkan oleh 3 pendekar “berorientasi objek”, yaitu Grady Booch, Jim Rumbaugh, dan Ivar Jacobson. UML menjadi bahasa yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dalam perspektif objek antara user dengan developer, antara developer dengan developer, antara developer analis dengan developer disain, dan antara developer disain dengan developer pemrograman.
UML memungkinkan developer melakukan permodelan secara visual, yaitu penekanan pada penggambaran, bukan didominasi oleh narasi. Permodelan visual membantu untuk menangkap struktur dan kelaukan dari objek, mempermudah penggambaran interaksi antara elemen dalam system, dan mempertahankan konsistensi antara disain dan implementasi dalam pemrograman.

Namun karena UML hanya merupakan bahasa untuk pemodelan maka UML bukanlah rujukan bagaimana melakukan analisis dan disain berorientasi objek secara baik, sudah terdapat beberapa metodologi yang bisa diikuti, seperti Metode Booch, Metode Coad dan Yourdan, Metode Jacobson, Metode Rumbaugh, Metode Wirfs-Brock, atau mengikuti metode pengembangan system Unified Process. (Hermawan, 2005).

2.       Jenis-Jenis diagram UML

a. Use case diagram

Use case diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menggambarkan interaksi antara sistem dan aktor, use case diagram juga dapat men-deskripsikan tipe interaksi antara si pemakai sistem dengan sistemnya.

b. Activity Diagram

Activity diagram atau diagram aktivitas yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang dapat memodelkan proses-proses apa saja yang terjadi pada sistem.

c. Sequence diagram

Sequence diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menjelaskan interaksi objek yang berdasarkan urutan waktu, sequence diagram juga dapat menggambarkan urutan atau tahapan yang harus dilakukan untuk dapat menghasilkan sesuatu seperti pada use case diagram.

d. Class diagram

Class diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang digunakan untuk menampilkan kelas-kelas maupun paket-paket yang ada pada suatu sistem yang nantinya akan digunakan. Jadi diagram ini dapat memberikan sebuah gambaran mengenai sistem maupun relasi-relasi yang terdapat pada sistem tersebut.

e. Statemachine diagram

Statemachine diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menggambarkan transisi maupun perubahan keadaan suatu objek pada sistem.

f. Communication diagram

Communication diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang dapat menggamabarkan tahapan terjadinya suatu aktivitas dan diagram ini juga menggambarkan interaksi antara objek yang ada pada sistem. Hampir sama seperti sequence diagram akan tetapi communication diagram lebih menekankan kepada peranan masing-masing objek pada sistem.

g. Deployment diagram

Deployment diagram yaitu salah satu diagram pada UML yang menunjukan tata letak suatu sistem secara fisik, dapat juga dikatakan untuk menampilkan bagian-bagian softwere yang terdapat pada hardwere dan digunakan untuk menerapkan suatu sistem dan hubungan antara komponen hardwere. Jadi Deployment diagram intinya untuk menunjukan letak softwere pada hardwere yang digunakan sistem.

h. Component diagram

Component diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menggambarkan softwere pada suatu sistem. Component diagram merupakan penerapan softwere dari satu ataupun lebih class, dan biasanya berupa file data atau .exe, source kode, table, dokumen dsb.

i. Object diagram

Object diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menggambarkan objek-objek pada suatu sistem dan hubungan antarnya.

j. Composite structure diagram

Composite structure diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang menggambarkan struktur internal dari penklasifikasian (class, component atau use case) dan termasuk titik-titik interaksi penklasifikasian kebagian lainnya dari suatu sistem. Ini hampir mirip seperti class diagram akan tetapi composite structure diagram menggambarkan bagian-bagian dari individu kelas saja bukan semua kelas.

k. Interaction Overview Diagram

Interaction Overview diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang berguna untuk men-visualisasikan kerjasama dan hubungan antara activity diagram dengan sequence diagram.

l. Package diagram

Package diagram yaitu salah satu jenis diagram pada UML digunakan untuk mengelompokan kelas dan juga menunjukan bagaimana elemen model akan disusun serta mengambarkan ketergantungan antara paket-paket.

m. Diagram Timing

Diagram timing yaitu salah satu jenis diagram pada UML yang disebut sebagai bentuk lain dari interaksi diagram, dimana fokus yang paling utamanya kepada waktu. Diagram timing berguna untuk menunjukan faktor-faktor yang membatasi waktu antara perubahan state terhadap objek yang berbeda.

Semoga Artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca 
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sumber :













Tidak ada komentar:

Posting Komentar